Alhamdulillah, safari Subuh di Masjid Jabal Nuur Perumahan Gunung Sempu, Rabu 02/07/25. Pada kesempatan tersebut Ustad Abdul Wahid antara lain menyampaikan pesan agar senantiasa berinteraksi dengan Al Quran.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَاِ ذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ اٰيٰتُهٗ زَا دَتْهُمْ اِيْمَا نًا وَّعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَ
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal,”(QS. Al-Anfal 8: Ayat 2)
Selanjutnya disampaikan kaidah-kaidah tentang takdir.
1. Takdir yang tercatat di Lauhul mahfuz tidak akan berubah, sebab rencana Allah sempurna dan tidak ada eksekusi yang keluar dari perencanaan. Jika sudah sempurna maka tidak ada revisi.
2. Takdir yang tercatat di Lauhul mahfuz tidak satu pun yang mengetahuinya kecuali Allah ﷻ. Bahkan nabi dan malaikat pun tidak tahu. Hikmah dari kerahasiaan takdir:
Pertama : Seseorang jika diberi kekayaan oleh Allah ﷻ hendaknya tidak sombong, sebab kekayaan tersebut adalah takdir Allah ﷻ. Ketika seseorang berusaha dalam suatu urusan kemudian berhasil, maka jika dia orang yang beriman dengan takdir maka dia akan merasa bahwa keberhasilannya tersebut adalah karena takdir Allah ﷻ, adapun dirinya hanya menjalankan apa yang Allah ﷻ takdirkan. Sesungguhnya di luar sana masih banyak orang yang lebih pandai dan cerdas, dan juga lebih giat dari pada dirinya. Namun ternyata orang-orang tersebut tidak diberi keberhasilan seperti dirinya. Ini menandakan bahwa keberhasilan yang dia dapatkan adalah karena takdir Allah.
Kedua : Seseorang jika ditimpa musibah maka janganlah dia terlalu larut dalam bersedih, sebab musibah tersebut adalah takdir Allah ﷻ.
Ketiga : Seseorang jika melakukan aktivitas hendaknya ia bertawakal kepada Allah ﷻ, sebab segala yang akan terjadi sudah ditakdirkan oleh Allah ﷻ.
Keempat : Qonaah dengan rezeki yang Allah ﷻ berikan. Nabi Muhammad ﷺ pernah bersabda,
فَإِنَّ نَفْسًا لَنْ تَمُوتَ حَتَّى تَسْتَوْفِيَ رِزْقَهَا، فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَجْمِلُوا فِي الطَّلَبِ، خُذُوا مَا حَلَّ، وَدَعُوا مَا حَرُمَ“
Sesungguhnya sebuah jiwa tidak akan mati hingga terpenuhi rezekinya meski tersendat-sendat. Bertakwalah kepada Allah, carilah yang baik dalam mencari dunia, ambillah yang halal dan tinggalkan yang haram.”
