Kultum Subuh Masjid Al Aziz Jerontabag Kasongan

Alhamdulillah, diberikan kemudahan bisa sholat subuh berjamaah di Masjid Al Aziz Jerontabag Kasongan, Senin 17/03/25.

Ustadz Agus Santoso menyampaikan kisah Sya’ban, Sahabat Nabi yang menyesal saat sakaratul maut. Disampaikan bahwa sahabat Sya’ban yang mempunyai kebiasaan unik yang selalu beliau jalani sepanjang hidupnya. Kebiasaan itu adalah beliau selalu hadir di dalam masjid sebelum shalat fardhu berjamaah dimulai. Sya’ban selalu duduk di sudut masjid sambil beri’tikaf. Alasan ia memilih sudut ruang masjid bukanlah supaya mudah untuk tidur sambil senderan, tetapi agar tidak mengganggu jamaah lain yang ingin beribadah. Singkatnya, pada suatu waktu sahabat Sya’ban tidak hadir karena wafat. Kemudian Rasullulah bersama jamaah mengunjungi rumahnya. Istri Sya’ban menyampaikan pertanyaan kepada Rasullulah. 

Wanita itu berkata, “Tadi sebelum ia meninggal, ia berteriak tiga kali dengan kalimat yang berbeda.” Rasulullah pun kembali bertanya, “Apa saja kalimat yang diucapkannya?”

“Dalam masing-masing teriakan ia berkata ‘Aduh, mengapa tidak lebih jauh? Aduh, mengapa tidak yang baru? Aduh, mengapa tidak semuanya?’”

Tiga Penyesalan Sya’ban

Rasulullah kemudian memberikan penjelasan dengan amat rinci. Ketika menjelang sakaratul maut, seluruh amal perbuatan yang telah Sya’ban lakukan ditayangkan ulang oleh Allah SWT. Semua peristiwa yang disaksikan oleh Sya’ban, tidak dapat dilihat oleh orang lain. Di samping amal perbuatan, Allah juga memperlihatkan ganjaran yang Sya’ban terima.

Teriakan pertama, “Aduh, mengapa tidak lebih jauh?”

Dalam penayangan itu, Sya’ban menyaksikan suatu amal yang biasa ia lakukan setiap hari berupa perjalanannya pergi ke masjid untuk melaksanakan shalat berjamaah. Dari perjalanan yang amat panjang itu, Sya’ban diperlihatkan ganjaran yang ia peroleh dari setiap langkah kakinya.

Saat ia berteriak, timbul penyesalan dalam diri Sya’ban. Andaikan jarak rumahnya dengan masjid lebih jauh lagi, tentu pahala yang ia peroleh semakin banyak dan berlipat-lipat.

Teriakan kedua, “Aduh, mengapa tidak yang baru?”

Saat musim dingin, angin menghembuskan hawa dingin yang menusuk hingga ke tulang. Sya’ban yang hendak pergi ke masjid pun kembali ke dalam rumah dan mengambil baju untuk outer. Sya’ban sengaja mengenakan baju yang baru di dalam sedangkan baju yang jelek di luar.

Sya’ban sengaja melakukannya karena nanti jika terkena debu atau kotoran di jalan hanya terkena di baju yang luar, sedangkan baju yang dalam masih bersih dan dapat digunakan untuk shalat berjamaah setelah menanggalkan baju yang luar.

Di tengah perjalanan, Sya’ban menemukan seseorang yang kedinginan. Tanpa ragu, Sya’ban segera menanggalkan bajunya yang luar lalu menyelimuti orang itu sambil memapahnya menuju masjid. Orang itu selamat dari kedinginan dan dapat melaksanakan shalat berjamaah.

Sya’ban melihat ganjaran yang ia terima sebagai balasan untuknya yang telah memakaikan baju yang jelek kepada orang itu. Sya’ban menyesal, seandainya ia memakaikan bajunya yang baru, pastilah ganjaran yang ia terima jauh lebih banyak lagi.

Teriakan ketiga, “Aduh, mengapa tidak semua?”

Suatu pagi, Sya’ban hendak sarapan dengan sebuah roti dan segelas susu. Roti itu dikonsumsi dengan dicelupkan terlebih dahulu ke dalam susu hangat sebelum disantap.

Sebelum memulai sarapan, datanglah pengemis di depan pintu rumah Sya’ban sambil meminta makan. Pengemis itu mengaku sudah tiga hari tidak makan sama sekali. Sya’ban pun merasa iba. Ia pun membagi rotinya menjadi dua bagian sama besar dan juga membagi susu ke dalam dua gelas yang sama banyak.

Sya’ban pun diperlihatkan ganjaran yang ia terima dari memberikan sebagian roti dan separuh susu yang hendak ia makan untuk sarapan. Andaikan ia memberikan semuanya, tentu, pahalanya jauh lebih besar lagi.

Kultum Subuh di Masjid Al Aziz Jerontabag Kasongan

Pengajian Ahad Pagi Masjid Al Yakin Ngentak Bangunjiwo

Alhamdulillah, bisa mengikuti kegiatan Pengajian Ahad Pagi PRM Bangunjiwo Barat di Masjid Al Yakin Ngentak Bangunjiwo, Ahad 16/03/25.

Tausiah disampaikan oleh ustadz Dr. Mhd Lailan Arkam, S.Pd., M.Pd. Antara lain menyampaikan keprihatinan atas kondisi kesehatan mental generasi muda saat ini. Yang diindikasikan salah satunya masih adanya ‘klithih’. Hal tersebut karena generasi muda belum bisa mengelola emosi, stres. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلْيَخْشَ الَّذِيْنَ لَوْ تَرَكُوْا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعٰفًا خَا فُوْا عَلَيْهِمْ ۖ فَلْيَتَّقُوا اللّٰهَ وَلْيَقُوْلُوا قَوْلًا سَدِيْدًا

“Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.”(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 9)

Untuk itu, menjadi kewajiban orang tua untuk menyiapkan generasi penerus yang unggul dan berkemajuan. Anak harus diajarkan konsep keimanan kepada Allah SWT dan contoh tauladan implementasi dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan Al Qur’an dan Hadist. Dibiasakan sejak kecil beribadah, memakmurkan masjid dan kebaikan lainnya.

Intinya harus ditanamkan keimanan, pengasuhan, dan pendidikan guna menyiapkan generasi muda yang terbaik. 

Masjid Siti Murdiah RT 02 Salakan Bangunjiwo Gelar Nuzulul Qur’an

Bertempat di Masjid Siti Murdiah RT 02 Salakan Bangunjiwo telah digelar peringatan Nuzulul Qur’an, Sabtu 15/03/25.Acara dipandu oleh MC Mas Fikri dengan membaca Bismillah.

Acara diawali dengan tilawah Al Qur’an oleh 2 anak. Sambutan penyelenggara disampaikan oleh Ketua RT 02 Salakan Bangunjiwo, Bapak Risman Marjaka.

Tausiah peringatan Nuzulul Qur’an disampaikan ustadz Mujiman. Antara lain menyampaikan pentingnya membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

filter: 0; fileterIntensity: -0.01; filterMask: 0; hdrForward: 0; highlight: false; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: night;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 524288;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 39;

Selanjutnya disampaikan tentang peristiwa Nuzulul Qur’an dan malam lailatul qodar. Disampaikan bahwa turunnya Al Qur’an hanya sekali pada jaman Nabi. Sementara malaikat turun ke Bumi pada malam lailatul qodar setiap tahun pada bulan Ramadhan membawa catatan kebaikan. Apabila kita bisa bertemu dengan malam lailatul qodar, maka kebaikannya setara seribu bulan.

Selanjutnya juga dijelaskan oleh ustadz Mujiman sesuai tema peringatan Nuzulul Qur’an tentang mengenal Allah SWT melalui Al Qur’an. Yaitu surat Al Ikhlas ayat 1-5. Intinya diharapkan kita hanya bertawakal kepada Allah SWT. Tawaqal dibagi menjad 4, yaitu wajib, sunah, makruh dan haram.

filter: 0; fileterIntensity: -0.01; filterMask: 0; hdrForward: 0; highlight: false; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: night;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 524288;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 39;

Daarul Qur’an Gelar Berbagi Paket Buka Puasa di Pontren Lansia Sabilunnajah Temuwuh Kidul

Bertempat di Joglo Serambi Masjid Pontren Lansia Sabilunnajah Temuwuh Kidul, telah digelar event Berbagi Paket Buka Bersama, Jumat 14/03/25.

Acara yang rutin digelar tersebut merupakan kerja sama dengan mitra Daarul Qur’an Yogyakarta. Sebelum acara dimulai diadakan tausiyah kultum oleh Pimpinan Pontren Lansia Sabilun Najah, Ustadz Joko Wahono.

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; hdrForward: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 32768;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 44;

Acara dilanjutkan sambutan dari Daarul Qur’an Yogyakarta oleh ustadzah Nurya menyampaikan maksud dan tujuan event tersebut.

Selanjutnya penampilan para santri Lansia Pondok Pesantren Sabilunnajah yang dipandu oleh ustadzah Hj. Nur Kusuma. Pada kesempatan tersebut selain murajaah surat At Takwir dan Ad Dhuha juga menyanyi lagu Mars Pondok Pesantren Sabilunnajah ciptaan Bapak Joko Wahono.

Selain itu juga ditawarkan bagi santri yang berani tampil sendiri murajaah mendapatkan hadiah dari ustadzah Hj. Ani Suryani. Pada kesempatan tersebut ibu Tugiyah tampil murajaah surat Al Mulk.

Acara selanjutnya, setelah sholat maghrib berjamaah dilanjutkan menikmati makanan yang telah disediakan, baik dari Daarul Qur’an maupun dari Dapur Pondok Pesantren Sabilunnajah Ustadzah Hj. Wuri.

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; hdrForward: 0; highlight: false; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 3145728;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 43;

Kultum Subuh Masjid Al Yakin Ngentak Bangunjiwo

Alhamdulillah, pagi ini bisa sholat subuh berjamaah dilanjutkan kultum di Masjid Al Yakin Ngentak Bangunjiwo, Jumat 14/03/25.

Ustadz Rinaldi selalu imam dan kultum menyampaikan bahwa salah satu kewajiban yang senantiasa atau banyak ditunaikan oleh umat Islam yaitu ibadah sholat. Untuk itu jamaah diharapkan untuk berusaha agar sholatnya dapat diterima oleh Allah SWT. Ditambahkan, ada riwayat hadist tentang seorang laki-laki yang telah 60 tahun melakukan sholat tetapi tidak ada satupun yang diterima. Salah satu penyebabnya karena acak-acakan, buru-buru atau tidak tumakninah.

Terkait shalatnya orang yang tidak thuma’ninah, Rasulullah Saw bersabda:

إِنَّ الرَّجُلَ لَيُصَلِّي سِتِّينَ سَنَةً مَا تُقْبَلُ لَهُ صَلَاةٌ، لَعَلَّهُ يُتِمُّ الرُّكُوعَ وَلَا يُتِمُّ السُّجُودَ، وَيُتِمُّ السُّجُودَ وَلَا يُتِمُّ الرُّكُوعَ

“Sesungguhnya ada seseorang yang shalat selama 60 tahun, namun tidak diterima (oleh Allah) amalan shalatnya selama itu walau satu shalatpun. Boleh jadi (sebabnya) dia sempurnakan ruku’-nya tetapi sujudnya kurang sempurna, demikian pula sebaliknya.” (Hadis Hasan, riwayat Ibn Abi Syaibah dari Abu Hurairah ra, Shahih al-Targhib, no. 596).

Untuk itu, agar sholat kita bisa diterima oleh Allah SWT harus dijaga agar senantiasa tumakninah. Supaya tidak hanya dapat capeknya saja, tetapi dapat diterima oleh Allah SWT.

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 8;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 36;