Kajian Tematik Masjid Bani Pardjan Mubarok Bongkotan Tirtonirmolo, Sakinah di Sisa Umur

Alhamdulillah dapat mengikuti kajian tematik bakda Isya berjamaah di Masjid Bani Pardjan Mubarok Bongkotan Tirtonirmolo, Rabu 30/07/25.

Pada kesempatan tersebut Ustadz Abdul Wahid antara lain menyampaikan tentang Sakinah di Sisa Umur part#2. Kiat-Kiat Untuk Mendapatkan Ketenteraman dan Ketenangan Dalam Rumah Tangga:

Pertama: Bertakwa kepada Allah ﷻ

Barang siapa yang memperbaiki dirinya ketika sendirian maka Allah ﷻ akan memperbaiki dirinya ketika nampak di hadapan orang lain”, oleh karenanya jika ada orang yang bermasalah dengan zahirnya maka bisa jadi hubungan dia dengan Allah bermasalah ketika sendirian sehingga Allah ﷻ bongkar sebagian aib-aibnya.

Ustadz Abdul Wahid menyampaikan materi kajian.

Kedua: Ketika kita ingin meraih kebahagiaan dalam kehidupan rumah tangga kita harus yakin bahwasanya di antara orang yang paling utama untuk kita berbuat baik kepadanya adalah pasangan kita lebih dari pada yang lainnya.

Bakti Sosial Pensiunan DJA/DJPb Yogyakarta di Ponpes Daarul Fatihah Pundong

Pensiunan DJA/ DJPb Yogyakarta yang tergabung dalam Perkumpulan Purna Karya Bhakti Jaya (PPKBJ) Perbendaharaan dan Anggaran Yogyakarta mengadakan kegiatan bakti sosial di Pondok Pesantren Yatim/Dhuafa Daarul Fatihah Pundong Bantul, Rabu 23/07/25. Acara dipandu oleh Sekretaris I, Bapak Suraji.

Penyerahan donasi oleh Ketua PPKBJ Yogyakarta

Pada kesempatan tersebut, Pimpinan Ponpes Darul Fatihah, Bapak Nuryanto memberikan sambutan selamat datang sekaligus mengucapkan terima kasih atas kehadirannya. Selain itu juga disampaikan sejarah singkat berdirinya Ponpes Daarul Fatihah pasca gempa Tahun 2006 sampai kondisi saat ini.

Foto bersama ibu-ibu anggota PPKBJ Yogyakarta dan Ustazah Ponpes Daarul Fatihah Pundong Bantul

Hal yang menarik, sampai dengan saat ini belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah dan tanpa proposal permohonan dana. Manajemen Langit yang senantiasa diupayakan bersama seluruh santri, untuk mencukupi kebutuhan operasional Ponpes. Selanjutnya Ketua PPKBJ Yogyakarta, Bapak Djoko Wihantoro dan Bapak Sutadji memberikan sambutan secara bergantian.

Selanjutnya diadakan penyerahan donasi baik berupa uang maupun barang secara simbolis dari Ketua PPKBJ Yogyakarta kepada Pimpinan Ponpes Darul Fatihah, termasuk penandatanganan Berita Acara serah terima donasi.

Foto melihat kebun produktif Ponpes Daarul Fatihah Pundong Bantul

Sebelum makan siang bersama santri yang telah disiapkan PPKBJ Yogyakarta, terlebih dahulu mengunjungi kebun produktif dan sholat dzuhur berjamaah di Masjid Ponpes Daarul Fatihah. Diharapkan melalui kegiatan bakti sosial tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat.

Foto rombongan menuju Masjid Ponpes Daarul Fatihah Pundong Bantul

Tahun 2025, PPKBJ Yogyakarta Gelar Baksos di 4 Lokasi

Alhamdulillah, kegiatan Bakti Sosial pada Tahun 2025 dilaksanakan pada 4 lokasi. Seremonial kegiatan Bakti Sosial dipusatkan di Ponpes Yatim-Dhuafa Daarul Fatihah Pundong Bantul, Rabu 23/07/25.

Foto bersama setelah penyerahan donasi di Ponpes Daarul Fatihah Pundong Bantul

Sementara lokasi lainnya dilakukan oleh perwakilan pengurus. Adapun lokasi panti yatim yang lain yaitu Panti Asuhan Sasana Kreatif Mandiri, Maguwoharjo, Sleman diserahkan oleh Ketua Kelompok Wilayah Yogyakarta Timur, Bapak Sudaryanto didampingi Bapak Suwarno, Ibu Murtasiyah, dan Ibu Sri Murningsih pada hari Selasa 22/07/25. Pada kesempatan tersebut diterima pengurus dan pengelola panti.

Adapun Yayasan Guyub Rukun Sejahtera, Manding, Bantul diserahkan oleh Ketua III dan Sekretaris I PPKBJ Yogyakarta pada hari Selasa 22/07/25. Pada kesempatan tersebut diterima oleh pengurus yayasan.

Adapun LKSA Panti Asuhan Muhammadiyah Durungan, Wates, Kulonprogo diserahkan pada hari Kamis 24/07/25 juga oleh Ketua III dan Sekretaris I PPKBJ Yogyakarta. Pada kesempatan tersebut diterima oleh pengelola panti. Diharapkan melalui kegiatan Bakti sosial tersebut, sebagai salah satu ikhtiar untuk senantiasa bermanfaat bagi masyarakat dari purna karya DJA/DJPb Yogyakarta.

Pengajian Rutin ALBHA 3 Bantul Tahun 2015 di Masjid Musyawaroh Tamantirto Kasihan

Pada hari Ahad Wage tanggal 6 Juli 2025, telah digelar kegiatan pengajian rutin ALBHA 3 Bantul Tahun 2015 di Musyawaroh Tamantirto Kasihan.

Sebelum acara pengajian dimulai, diadakan tadarus Al Qur’an yang dipimpin oleh Bapak Totok Sunaryo, surat Ali Imran 139-148.

Pengajian inti disampaikan oleh Bapak H.Drs. Sumarno M.Pd. Antara lain disampaikan tentang ciri-ciri haji yang mabrur.

1. Senang menyebarkan kebaikan.

2. Santun dalam bertutur kata (thayyibul kalam).

3. Menebarkan kedamaian (ifsya’us salam).

4. Memiliki kepedulian sosial yaitu mengenyangkan orang lapar (ith‘amut tha‘am).

Selanjutnya disampaikan mengenai jihad. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اَمْ حَسِبْتُمْ اَنْ تَدْخُلُوا الْجَـنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ جَاهَدُوْا مِنْكُمْ وَيَعْلَمَ الصّٰبِرِيْنَ “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antara kamu, dan belum nyata orang-orang yang sabar.”(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 142)

Hijrah, meninggalkan perbuatan dosa dan menuju Allah dan Rasulullah. Untuk itulah perlunya sabar. Dalam Islam, sabar dapat dikategorikan menjadi tiga macam:

1. Sabar dalam menghadapi musibah: Sabar dalam menghadapi cobaan dan musibah yang menimpa diri sendiri, seperti sakit, kehilangan, atau kesulitan hidup.

2. Sabar dalam menjalankan ketaatan: Sabar dalam menjalankan perintah Allah, seperti shalat, puasa, dan zakat.

3. Sabar dalam menjauhi larangan: Sabar dalam menjauhi larangan Allah, seperti menjauhi perbuatan dosa dan maksiat.

Diharapkan dengan kegiatan pengajian tersebut, para Alumni Bimbingan Haji Aisyiyah (ALBHA) Bantul Tahun 2015 Rombongan 3 Kloter SOC 204 tersebut sebagai ikhtiar untuk senantiasa menjaga kemabruran haji.

Foto bersama setelah selesai pengajian di Masjid Musyawaroh Tamantirto Kasihan Bantul

Kajian Subuh Masjid Jabal Nuur Perumahan Gunung Sempu

Alhamdulillah, safari Subuh di Masjid Jabal Nuur Perumahan Gunung Sempu, Rabu 02/07/25. Pada kesempatan tersebut Ustad Abdul Wahid antara lain menyampaikan pesan agar senantiasa berinteraksi dengan Al Quran.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَاِ ذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ اٰيٰتُهٗ زَا دَتْهُمْ اِيْمَا نًا وَّعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَ 

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal,”(QS. Al-Anfal 8: Ayat 2)

Selanjutnya disampaikan kaidah-kaidah tentang takdir.

1. Takdir yang tercatat di Lauhul mahfuz tidak akan berubah, sebab rencana Allah sempurna dan tidak ada eksekusi yang keluar dari perencanaan. Jika sudah sempurna maka tidak ada revisi.

2. Takdir yang tercatat di Lauhul mahfuz tidak satu pun yang mengetahuinya kecuali Allah ﷻ. Bahkan nabi dan malaikat pun tidak tahu. Hikmah dari kerahasiaan takdir:

Pertama : Seseorang jika diberi kekayaan oleh Allah ﷻ hendaknya tidak sombong, sebab kekayaan tersebut adalah takdir Allah ﷻ. Ketika seseorang berusaha dalam suatu urusan kemudian berhasil, maka jika dia orang yang beriman dengan takdir maka dia akan merasa bahwa keberhasilannya tersebut adalah karena takdir Allah ﷻ, adapun dirinya hanya menjalankan apa yang Allah ﷻ takdirkan. Sesungguhnya di luar sana masih banyak orang yang lebih pandai dan cerdas, dan juga lebih giat dari pada dirinya. Namun ternyata orang-orang tersebut tidak diberi keberhasilan seperti dirinya. Ini menandakan bahwa keberhasilan yang dia dapatkan adalah karena takdir Allah.

Kedua : Seseorang jika ditimpa musibah maka janganlah dia terlalu larut dalam bersedih, sebab musibah tersebut adalah takdir Allah ﷻ.

Ketiga : Seseorang jika melakukan aktivitas hendaknya ia bertawakal kepada Allah ﷻ, sebab segala yang akan terjadi sudah ditakdirkan oleh Allah ﷻ.

Keempat : Qonaah dengan rezeki yang Allah ﷻ berikan. Nabi Muhammad ﷺ pernah bersabda,

فَإِنَّ نَفْسًا لَنْ تَمُوتَ حَتَّى تَسْتَوْفِيَ رِزْقَهَا، فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَجْمِلُوا فِي الطَّلَبِ، خُذُوا مَا حَلَّ، وَدَعُوا مَا حَرُمَ“

Sesungguhnya sebuah jiwa tidak akan mati hingga terpenuhi rezekinya meski tersendat-sendat. Bertakwalah kepada Allah, carilah yang baik dalam mencari dunia, ambillah yang halal dan tinggalkan yang haram.”

Ustadz Abdul Wahid menyampaikan kajian bakda Subuh