Kultum Subuh Masjid Dakwah Padokan Tirtonirmolo

Alhamdulillah, melanjutkan safari Subuh di Masjid Dakwah Padokan Tirtonirmolo Kasihan, Kamis 27/03/25. Ustadz Eko Jatmiko menyampaikan pesan tentang taubat nasuha. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا تُوْبُوْۤا اِلَى اللّٰهِ تَوْبَةً نَّصُوْحًا ۗ عَسٰى رَبُّكُمْ اَنْ يُّكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَيُدْخِلَـكُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَ نْهٰرُ ۙ يَوْمَ لَا يُخْزِى اللّٰهُ النَّبِيَّ وَا لَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗ ۚ نُوْرُهُمْ يَسْعٰى بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَبِاَ يْمَا نِهِمْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَاۤ اَ تْمِمْ لَـنَا نُوْرَنَا وَا غْفِرْ لَـنَا ۚ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak mengecewakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengannya; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka berkata, “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami; sungguh, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.””

(QS. At-Tahrim 66: Ayat 8)

Selain senantiasa istiqomah dalam melaksanakan perintah dan kewajiban dalam agama Islam, juga senantiasa menghindari dari segala bentuk maksiat. Selanjutnya, menurut Ibnu Qayyim, ada 19 dampak maksiat. Di dalam Kitab Al-Jawabul Kafi, Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah merinci dampak-dampak buruk dari perbuatan dosa dan maksiat terhadap kehidupan seorang hamba baik di dunia maupun di akhirat. Diantaranya;

1. Terhalang untuk mendapatkan keberkahan ilmu. Ilmu adalah cahaya yang dinyalakan Allah di dalam hati seorang hamba, dan maksiat mematikan cahaya tersebut.

2. Kegelisahan yang dirasakan pelaku maksiat di dalam hatinya, dan hilangnya ketenangan dari dalam hati.

3. Allah akan mempersulit setiap urusan dalam hidupnya.

4. Menimbulkan sifat lemah baik pada agama dan badannya, sehingga pelaku maksiat terasa berat dan malas untuk melakukan ketaatan.

5. Maksiat menghilangkan keberkahan umur dan melenyapkan kebaikannya.

6. Perbuatan maksiat akan mengundang perbuatan maksiat lainnya, sebagaimana ketaatan akan mengundang ketaatan yang lain.

7. Maksiat akan menghalangi seseorang dari taubat kepada Allah dan pelaku maksiat akan menjadi ‘tawanan’ bagi syaitan yang menguasainya

8. Maksiat yang dilakukan berulang-ulang akan menanamkan rasa cinta terhadap maksiat itu sendiri di dalam hati, sehingga pelaku maksiat akan merasa bangga dengan maksiat yang dia lakukan

9. Maksiat akan menghinakan dan menjatuhkan kedudukan seorang hamba di hadapan Tuhannya.

10. Akibat buruk dari maksiat akan menimpa semua makhluk; manusia, binatang dan tumbuh-tumbuhan

11. Maksiat akan melahirkan kehinaan

12. Maksiat bisa merusak akal fikiran dan menghilangkan kecerdasannya

13. Maksiat akan menutup mata hati, menyebabkan kerasnya hati, dan pelakunya dianggap sebagai orang yang lalai.

14. Maksiat mendatangkan laknat Allah dan Rasul-Nya

15. Maksiat akan menghalangi doa malaikat dan Rasulullah

16. Maksiat menyebabkan kerusakan, keguncangan, gempa dan musibah

17. Maksiat bisa mematikan semangat, menghilangkan rasa malu, membutakan mata hati

18. Maksiat dan dosa bisa melenyapkan nikmat dan mendatangkan bencana

19. Maksiat dan dosa akan meninggalkan tatatan masyarakat yang rusak akhlak dan agamanya.

Bakda kultum Subuh di Masjid Dakwah Padokan Tirtonirmolo Kasihan

Kultum Subuh Masjid Agung Gamping, Dorong Birrul Walidain

Alhamdulillah, melanjutkan safari subuh berjamaah di Masjid Agung Gamping, Selasa 25/03/25. Ustadz Fatkhal Khoiru Najib, S. Kep. Ns. menyampaikan  mengenai kewajiban anak kepada kedua orang tua atau birrul walidain. 

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَقَضٰى رَبُّكَ اَ لَّا تَعْبُدُوْۤا اِلَّاۤ اِيَّاهُ وَبِا لْوَا لِدَيْنِ اِحْسَا نًا ۗ اِمَّا يَـبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَاۤ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَاۤ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.”

(QS. Al-Isra’ 17: Ayat 23)

Perintah birrul walidain disebutkan dalam Al-Quran setelah perintah tauhid. Ini menunjukkan pentingnya birrul walidain bagi seorang muslim. 

Selanjutnya ditambahkan, Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan tentang seorang lelaki yang meminta izin pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk berjihad: “Apakah orang tuamu masih hidup?”. Lelaki tadi menjawab: “Iya”. Nabi bersabda: “Kalau begitu datangilah kedunya dan berjihadlah dengan berbakti kepada mereka” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam mengamalkan birrul walidain, usahakan untuk mendahulukan ibu daripada ayah. Ini sesuai dengan sabda Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam diriwayatkan oleh Al-Bukhari.

“Wahai Rasulullah, siapa yang paling berhak aku perlakukan dengan baik? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: ayahmu, lalu yang lebih dekat setelahnya dan setelahnya” (HR. Al Bukhari dalam Adabul Mufrad, sanadnya hasan).

Begitu pentingnya bakti anak pada orang tua hingga Allah Ta’ala menghadiahkan surga bagi mereka yang memperlakukan orang tua dengan hormat dan selalu mengutamakan mereka.

Kultum Subuh di Masjid Agung Gamping Sleman, Selasa 25/03/25.

Kultum Sebelum Bukber Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta

Alhamdulillah, bisa mengikuti kajian sebelum buka bersama di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta, Ahad 23/03/25. Pemateri Bapak Ir. Ahmad Syauqi Soeratno MM. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْکُمُ الصِّيَا مُ کَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِکُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ 

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,”

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 183)

Disampaikan beliau bahwa tujuan dari ibadah puasa Ramadhan yaitu menjadi orang yang bertaqwa. Adapun taqwa menurut Al Qur’an, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَ نْـتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 102)

Untuk itu, beliau menghimbau agar memanfaatkan sisa waktu bulan Ramadhan tahun ini semaksimal mungkin. Orang yang bertaqwa akan mendapatkan keselamatan dan ampunanNya. Disampaikan juga bahwa melalui sholat wajib, dalam satu rakaat minimal kita minta ampun kepada Allah sebanyak 4 kali. 

Ustadz Ir Ahmad Syauqi Soeratno MM selalu Pemateri

Kultum Subuh Masjid Al Yakin Ngentak Bangunjiwo, Dorong Senantiasa Bersyukur

Ustadz Abdul Wahid bertindak sebagai Imam sekaligus kultum sholat subuh berjamaah di Masjid Al Yakin Ngentak Bangunjiwo, Rabu 19/03/25. Beliau antara lain menyampaikan tentang syukur. Wahai manusia apa yang menghalangi kita untuk bersyukur. Selanjutnya disampaikan tentang misi hidup. Misi kita sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Yaitu hanya menyembah kepada Allah SWT. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَا عْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـئًـا وَّبِا لْوَا لِدَيْنِ اِحْسَا نًا وَّبِذِى الْقُرْبٰى وَا لْيَتٰمٰى وَ الْمَسٰكِيْنِ وَا لْجَـارِ ذِى الْقُرْبٰى وَا لْجَـارِ الْجُـنُبِ وَا لصَّا حِبِ بِا لْجَـنْبِۢ وَا بْنِ السَّبِيْلِ ۙ وَمَا مَلَـكَتْ اَيْمَا نُكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَا نَ مُخْتَا لًا فَخُوْرًا 

“Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri,”(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 36)Misi berikutnya adalah berakhlak mulia. Berikutnya berbakti kepada Ibu yang telah mengandung. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَوَصَّيْنَا الْاِ نْسٰنَ بِوَا لِدَيْهِ ۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصٰلُهٗ فِيْ عَا مَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِـوَا لِدَيْكَ ۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.”(QS. Luqman 31: Ayat 14)

Selanjutnya memberikan harta yang dicintainya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

لَيْسَ الْبِرَّ اَنْ تُوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَ الْمَغْرِبِ وَلٰـكِنَّ الْبِرَّ مَنْ اٰمَنَ بِا للّٰهِ وَا لْيَوْمِ الْاٰ خِرِ وَا لْمَلٰٓئِکَةِ وَا لْكِتٰبِ وَا لنَّبِيّٖنَ ۚ وَاٰ تَى الْمَا لَ عَلٰى حُبِّهٖ ذَوِى الْقُرْبٰى وَا لْيَتٰمٰى وَا لْمَسٰكِيْنَ وَا بْنَ السَّبِيْلِ ۙ وَا لسَّآئِلِيْنَ وَفِى الرِّقَا بِ ۚ وَاَ قَا مَ الصَّلٰوةَ وَاٰ تَى الزَّکٰوةَ ۚ وَا لْمُوْفُوْنَ بِعَهْدِهِمْ اِذَا عٰهَدُوْا ۚ وَا لصّٰبِرِيْنَ فِى الْبَأْسَآءِ وَا لضَّرَّآءِ وَحِيْنَ الْبَأْسِ ۗ اُولٰٓئِكَ الَّذِيْنَ صَدَقُوْا ۗ وَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الْمُتَّقُوْنَ

“Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan ke barat, tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari Akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi, dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang dalam perjalanan (musafir), peminta-minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya, yang melaksanakan sholat dan menunaikan zakat, orang-orang yang menepati janji apabila berjanji, dan orang yang sabar dalam kemelaratan, penderitaan, dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.”(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 177)

Kultum Subuh di Masjid Al Yakin Ngentak Bangunjiwo

PPKBJ Yogyakarta Gelar Rapat, Selesaikan SPT Badan Tahun 2024

Bertempat di RM Bu Tini Jalan Sultan Agung Yogyakarta, telah digelar rapat dan buka bersama Pengurus dan Pengawas PPKBJ Yogyakarta, Senin 17/03/25.

Ketua I, Bapak Djoko Wihantoro langsung memimpin rapat tersebut. Selain menyelesaikan kewajiban perpajakan badan Tahun 2024, juga membahas berbagai hal untuk kemajuan perkumpulan pensiunan DJA/DJPb Yogyakarta.

Setiap peserta rapat diberikan kesempatan menyampaikan pendapat dan masukan. Terutama pelaksanaan kegiatan yang telah direncanakan untuk tahun 2025 setelah selesai bulan Ramadhan nanti.

Disamping itu juga akan segera pengadaan peralatan inventaris guna mendukung kegiatan perkumpulan. Setelah selesai rapat dilanjutkan dengan buka puasa dan sholat maghrib berjamaah.

Diharapkan melalui rapat tersebut, pemenuhan kewajiban Laporan SPT Badan tahun 2024 dapat segera diselesaikan. Sekaligus pelaksanaan program kegiatan tahun 2025 dapat dilaksanakan sesuai jadwal yang telah direncanakan.

Rapat Pengurus dan Pengawas PPKBJ Yogyakarta di RM Bu Tini Jalan Sultan Agung Yogyakarta