Alhamdulillah, dapat mengikuti event Inspiring Dzulhijjah Masjid Jogokariyan, Kamis 29/05/25. Tema Kisah Nabi Shalih: Pesan Cinta untuk Hati yang Membatu.
Disampaikan oleh Ustadz Haamad Rosyadi dan Ustadz Salim A Fillah.
Pada kesempatan tersebut, ustadz Haamad Rosyadi menyampaikan riwayat Nabi Shalih. Diantaranya, Nabi Shalih mengajak kaumnya untuk mentauhidkan Allah, beribadah kepada Allah semata, agar mereka meninggalkan berhala, dan tidak berbuat syirik kepada Allah sedikit pun.
Sebagian dari mereka mau beriman. Namun, mayoritas dari mereka itu kafir. Kaum Tsamud mencela Nabi Shalih dengan ucapan dan perbuatan hingga mereka ingin membunuh Nabi Shalih dan untanya yang dijadikan hujah bagi mereka.
“Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka Shalih. Ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Rabb bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Rabbmu. Unta betina Allah ini menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun, (yang karenanya) kamu akan ditimpa siksaan yang pedih”.” (QS. Al-A’raf: 73).
Selanjutnya Ustadz Salim A Fillah menyampaikan Pesan Cinta untuk Hati yang Membatu.
Alhamdulillah dapat mengikuti kajian tematik bakda Isya di Masjid Bani Pardjan Mubarok Bongkotan Tirtonirmolo, Rabu 28/05/25.
Pada kesempatan tersebut Ustadz Abdul Wahid membuka kajian dengan menyampaikan bahwa kita bisa masuk surga karena mendapat rahmat dari Allah, tidak masuk neraka karena maghfirah dari Allah. Sementara amal sholeh kita akan menentukan kedudukan kita di surga-Nya Allah.
Selanjutnya dijelaskan tentang ibadah sholat. Syarat beribadah sholat:
1. Islam
2. Mengangkat dari hadast kecil dan besar
3. Berakal
4. Mumayyiz, bisa membedakan baik dan buruk, haram dan haram
5. Hilangnya najis dari pakaian, badan dan tempat sholat
6. Menutup aurat bila mampu
7. Masuk waktunya sholat
8. Menghadap kiblat
9. Niat
Selanjutnya syarat Laa ilaaha illallah ada 7, yaitu
1. Al Ilmu (mengilmui), dalam menafikan dan menetapkan. Kebalikannya adalah Al Jahl (kebodohan).
2. Al Yaqin (meyakini), kebalikannya adalah Asy Syak dan Ar Rayb (keraguan).
3. Al Ikhlash (ikhlas), kebalikannya adalah Asy Syirku (syirik) dan Ar Riya’ (riya).
4. Ash Shidqu (membenarkan), kebalikannya adalah Al Kadzabu (mendustakan).
5. Al Mahabbah (mencintai), kebalikannya adalah Al Karhu (membenci).
6. Al Inqiyadu (menaati), kebalikannya adalah At Tarku (tidak taat).
7. Al Qabulu (menerima), kebalikannya adalah Ar Raddu (menolak).
Kembali dapat mengikuti kajian rutin di Masjid Al Ma’arij Mancasan Balecatur Gamping Sleman, Senin 26/05/25. Ustaz Abdul Wahid selaku pemateri pada kesempatan tersebut mengambil tema ‘Meraup Pahala Luar Biasa Di Awal Bulan Dzulhijjah’.
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, rahimahullah, dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhuma bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu : Sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Mereka bertanya : Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah?. Beliau menjawab : Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun“.
Untuk itulah diperlukan persiapan guna menyambut 10 hari bulan Dzulhijjah. Diantaranya:
1. Memperbanyak tahlil, takbir dan tahmid.
2. Memperbanyak puasa sunnah.
3. Memperbanyak amal sholeh sesuai kemampuan. Antara lain bersedekah meskipun hanya sebutir kurma. Bila tidak mampu, berkatalah dengan baik.
Ustadz Abdul Wahid menyampaikan kajian menyambut awal bulan Dzulhijjah di Masjid Al Ma’arij Mancasan Sleman
Alhamdulillah dapat mengikuti kajian tematik bakda Isya di Masjid Bani Pardjan Mubarok Bongkotan Tirtonirmolo, Rabu 21/05/25. Pada kesempatan tersebut Ustadz Abdul Wahid melanjutkan kajian tentang berqurban. Kriteria binatang qurban yang dapat untuk kurban adalah Bahimah al-An’aam (binatang ternak), sebagaimana dijelaskan dalam QS. al-Hajj ayat 34.
Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syari’atkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah dirizqikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan yang Maha Esa. Oleh karena itu berserah dirilah kepadaNya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah) (QS. Al-Hajj: 34).
Menurut pandangan para ulama bahwa yang termasuk Bahimah al-An’aam (binatang ternak) dalam ayat tersebut adalah kambing (termasuk di dalamnya domba dan biri-biri), sapi (termasuk kerbau) dan unta.
Sementara itu, kriteria hewan untuk kurban dapat dilihat dari tiga aspek, yaitu; Pertama, kriteria secara fisik, yakni hewan untuk kurban hendaknya yang sehat, baik dan tidak cacat. Berdasarkan petunjuk hadis-hadis Nabi, hewan yang layak dan pantas dijadikan hewan kurban, di antaranya: 1) Al-Aqran, hewan yang bertanduk lengkap; 2) Samin, yaitu hewan yang gemuk badannya atau berdaging; dan 3) Al-Amlah, yaitu hewan yang warna putihnya lebih banyak daripada warna hitamnya.
Selanjutnya disampaikan keutamaan 10 hari Dzulhijjah. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, rahimahullah, dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhuma bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu : Sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Mereka bertanya : Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah?. Beliau menjawab : Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun“.
“Imam Ahmad, rahimahullah, meriwayatkan dari Umar Radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid“. MACAM-MACAM AMALAN YANG DISYARIATKAN
1. Melaksanakan Ibadah Haji Dan Umrah
2. Berpuasa Selama Hari-Hari Tersebut, Atau Pada Sebagiannya, Terutama Pada Hari Arafah.
3. Takbir Dan Dzikir Pada Hari-Hari Tersebut.
4. Taubat serta meninggalkan maksiat.
5. Banyak beramal soleh.
6. Disyariatkan pada hari-hari itu Takbir Muthlaq.
7. Berqurban pada hari Raya Qurban dan hari-hari tasyriq.
8. Dilarang Mencabut Atau Memotong Rambut dan Kuku Bagi Orang Yang Hendak Berkurban.
9. Melaksanakan sholat Idul Adha dan mendengarkan khutbah
10. Melakukan ketaatan, dzikir dan syukur kepada Allah.
Ustadz Abdul Wahid memberikan kajian tematik di Masjid Bani Pardjan Mubarok
Alhamdulillah, melanjutkan safari sholat Isya di Masjid Nur Huda Jojoran Wetan Triwidadi Pajangan, Jumat 16/05/25. Pada kesempatan tersebut dilanjutkan dengan kajian rutin oleh Ustadz Abdul Wahid.
Antara lain mengulas kembali tentang hadist ke-18:”Takwa kepada Allah di manapun kamu berada, iringilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, niscaya kebaikan itu akan menghapusnya, dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik.” Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan Imam Ahmad, serta dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani.
Selanjutnya dibahas hadist ke-19, Dari Abul ‘Abbas ‘Abdullah bin ‘Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma, beliau berkata, “Suatu hari saya dibonceng Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, maka beliau mengatakan kepada saya: ‘Wahai anak kecil! Sungguh aku ingin mengajarkan kepadamu beberapa kalimat; Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapatkan Allah di hadapanmu. Jika engkau meminta, mintalah kepada Allah dan jika engkau meminta pertolongan mintalah pertolongan kepada Allah. Dan ketahuilah bahwasanya seluruh umat manusia kalau mereka ingin memberimu manfaat dengan sesuatu, maka mereka tidak akan bisa memberikan manfaat kecuali dengan sesuatu yang telah Allah takdirkan untukmu. Dan kalau seandainya mereka berkumpul untuk membahayakanmu dengan sesuatu, maka mereka tidak akan bisa membahayakanmu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tuliskan untukmu. Pena-pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering.’” (HR. Tirmidzi dan beliau mengatakan ini adalah hadits yang hasan shahih).
Selanjutnya disampaikan kebiasaan dari Ibnu Abbas, untuk memperoleh ilmu yang banyak:1. Banyak bertanya2. Banyak berfikir3. Belajar dari berbagai sumber .
Kajian bakda Isya Masjid Nur Huda Jojoran Wetan Triwidadi Pajangan