Kajian Rutin Masjid Al Ma’arij Mancasan

Alhamdulillah, bisa melanjutkan safari sholat Isya’ berjamaah di Masjid Al Ma’arij Mancasan Gamping Sleman, Senin 21/04/25. Kajian rutin bakda isya’ disampaikan oleh ustadz Abdul Wahid.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ ۗ وَمَنْ يَّتَّبِعْ خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ فَاِ نَّهٗ يَأْمُرُ بِا لْـفَحْشَآءِ وَا لْمُنْكَرِ ۗ وَلَوْلَا فَضْلُ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهٗ مَا زَكٰى مِنْكُمْ مِّنْ اَحَدٍ اَبَدًا وَّلٰـكِنَّ اللّٰهَ يُزَكِّيْ مَنْ يَّشَآءُ ۗ وَا للّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Barang siapa mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya dia (setan) menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan mungkar. Kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, niscaya tidak seorang pun di antara kamu bersih (dari perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”(QS. An-Nur 24: Ayat 21)

Dijelaskan, langkah-langkah setan antara lain:

1. Sombong, setan senantiasa mendorong manusia untuk sombong (Menolak kebenaran, dan meremehkan orang lain)

2. Hasad, perasaan senang atau iri hati terhadap nikmat orang lain agar nikmat tersebut hilang dan berpindah kepada dirinya.

3. Setan menghiasi maksiat terasa indah.

Ustadz Abdul Wahid pemateri kajian di Masjid Al Ma’arij Mancasan Balecatur Gamping Sleman

Pengajian Ahad Pagi PRM Bangunjiwo Barat di Masjid Al Yaqin

Ustad Endro Dwi Hatmanto, Ph.D. selaku pemateri pada pengajian rutin Ahad Pagi PRM Bangunjiwo Barat di Masjid Al Yakin Ngentak Bangunjiwo, Ahad 13/04/25. Pada kesempatan tersebut ustad Endro antara lain menyampaikan filosofi Kupat (Ngaku Lepat- mengakui kesalahan) dan laku papat (bahasa jawa) yaitu Lebaran, Leburan, Laburan, dan Luberan. Disampaikan bahwa Lebaran bermakna berakhirnya bulan suci Ramadhan dan mulainya Idulfitri. Leburan, bermakna melebur dosa. Momen untuk saling memaafkan dan melebur dosa serta kesalahan yang terjadi. Laburan, bermakna menjaga kesucian hati dan jiwa setelah saling memaafkan. Luberan, bermakna berbagi. Menunjukkan rasa syukur dengan berbagi kebahagiaan kepada sesama. Selanjutnya disampaikan bentuk kupat segi empat melambangkan ‘kiblat papat limo pancer’ yang bermakna empat mata arah angin dan satu pusat. Melambangkan bahwa kemanapun manusia itu berjalan, pasti menuju satu arah yaitu Allah Sang Khalik. Ditambahkan juga, mengenai bulan peningkatan ibadah setelah Ramadhan berakhir. Diharapkan masjid dapat terus dimakmurkan dengan kegiatan ibadah. Ditekankan utamanya kepada generasi muda yang akan melanjutkan dakwah pada masa yang akan datang. Selain itu juga disampaikan respon adanya permasalahan korupsi. Ustad berpesan dengan senantiasa menjaga integritas dan menjaga sholat dengan benar. Yaitu, sholat yang bisa mencegah fahisyah (perbuatan keji) dan mungkar. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اُتْلُ مَاۤ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَ قِمِ الصَّلٰوةَ    ۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَا لْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُ   ۗ وَا للّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ

“Bacalah Kitab (Al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (sholat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”(QS. Al-‘Ankabut 29: Ayat 45).

Ustad Endro Dwi Hatmanto, Ph.D. selaku pemateri pada pengajian rutin Ahad Pagi PRM Bangunjiwo Barat di Masjid Al Yakin Ngentak Bangunjiwo, Ahad 13/04/25.